Tangerang : Sebuah tantangan dan peluang

Asal Usul tangerang


Nama Kota Tangerang berasal dari kata “Tangeran”, kata “Tangeran” dalam bahasa Sunda memiliki arti “tanda”. Tangeran di sini berupa tugu yang didirikan sebagai tanda batas wilayah kekuasaan Banten dan VOC, pada waktu itu.

Tangeran tersebut berlokasi dibagian barat Sungai Cisadane (Kampung Grendeng atau tepatnya di ujung jalan Otto Iskandar Dinata sekarang). Tugu tersebut dibangun oleh Pangeran Soegiri, salah satu anak keturunan dari Sultan Ageng Tirtayasa.

Pada tugu tersebut tertulis prasasti dalam huruf Arab gundul dengan dialek Banten, yang isinya sebagai berikut :

Bismillah peget Ingkang Gusti
Diningsun juput parenah kala Sabtu
Ping Gasal Sapar Tahun Wau
Rengsena Perang nelek Nangeran
Bungas wetan Cipamugas kilen Cidurian
Sakebeh Angraksa Sitingsung Parahyang-Titi

Artinya terjemahan dalam bahasa Indonesia :
Dengan nama Allah tetap Maha Kuasa
Dari kami mengambil kesempatan pada hari Sabtu
Tanggal 5 Sapar Tahun Wau
Sesudah perang kita memancangkan Tugu
Untuk mempertahankan batas Timur Cipamugas
(Cisadane) dan Barat yaitu Cidurian
Semua menjaga tanah kaum Parahyang

Kemudian kata “Tangeran” berubah menjadi “Tangerang” disebabkan pengaruh ucapan dan dialek dari tentara kompeni yang berasal dari Makasar. Orang-orang Makasar tidak mengenal huruf mati, akhirnya kata “Tangeran” berubah menjadi “Tangerang”.

Dikutip dari : Asal usul kota tangerang

Keadaan Alam, Demografi dan statistik tangerang

Dalam artikel kali ini akan di bahas keadaan tangerang meliputi area layanan kami yaitu dareah : Kota Tangerang, Kabupaten tangerang, Kota tangerang selatan

kita mulai dari kota tangerang


Keadaan Geografis kota tangerang

kota tangerang memiliki letak astronomis di Koordinat: 6°10′41.90″S 106°37′54.80″E dengan luas wilayah 164,55 km2 kota tangerang memiliki 13 kecamatan dengan pembagian luas wilayah seperti dapat dilihat pada tabel berikut

Berdasarkan tabel berikut maka dapat disimpulkan kecamatan pinang adalah area paling luas yang dimiliki tangerang berdasarkan data dari badan pusat statistik kota tangerang rata-rata kota tangerang memiliki ketinggian sekitar 14 meter dari permukaan laut, ketinggian ketinggian tersebut termasuk dataran rendah, sehingga tidak heran jika warga yang tinggal di daerah kota tangerang merasakan hawa yang panas dan gerah

Di kota tangerang terdapat tiga sungai utama yang melewati kota ini tiga sungai tersebut adalah :

  • Cisadane : Memiliki panjang 15 Km, Lebar 100 meter (DAS) memiliki debit air 88 m3/ per detik
  • Ciarab :Memiliki panjang 7 km lebar 11 meter dan kecebatan debit air 36 m3 per detik
  • Angke : memiliki panjang 10 Km lebar 12 meter dan kecepatan debit 24 m3 per detik

iklim di tangerang relatif sedang dan tetap nyaman untuk kehidupan warganya dengan suhu minimum rata-rata 23.6 derajat celcius dan suhu maximum rata-rata 32.5 derajat celcius dalam tahun 2017. untuk data lengkap suhu dapat di lihat di tabel berikut

Sedangkan Curah Hujan terbesar terjadi pada bulan februari diambil dari data tahun 2017 dengan curah hujan 390 mm dan jumlah hari hujan 24 hari. berarti peluang jasa bocor paling bagus ada di bulan itu karena umumnya banyak keluhan customer yang mengeluh rumahnya bocor banyak di bulan itu

Keadaan penduduk kota tangerang

Jumlah penduduk menurut data dari wikipedia tahun 2017 adalah 2,139,891 jiwa dengan Jumlah penduduk laki-laki adalah 1.091.787 jiwa dan penduduk wanita adalah 1.048.104 ini berarti kota tangerang memiliki rasio perbandingan jenis kelamin adalah 104, artinya setap 100 penduduk perempuan terdapat 104 penduduk laki laki yang jomblo siap hati yah.. karena persaingan ketat..

Kepadatan penduduk tangerang rata rata adalah 13005 jiwa per km persegi. Jumlah rumah tangga pada tahun 2017 adalah 565 489 rumah tangga dengan rumah tangga sebanyak ini tangerang merupakan daerah potensi pasar yang cukup menjanjikan, terutama di sektor properti dan jasa perbaikan rumah, jasa konstruksi dan jasa renovasi.

komposisi mata pencaharian penduduk tangerang dapat dilihat di tabel berikut ini. sebagian besar penduduk berprofesi sebagai karyawan dari berbagai institusi, mulai dari manufacture , sektor pendidikan, keuangan dan badan usaha atau lembaga lain,

Ditinjau dari segi pendidikan dari karyawan ini di dominasi oleh lulusan SLTA / Sederajat

Pengeluaran per kapita tangerang menurut data statistik adalah Rp. 14.104.000 per tahun artinya pengeluaran rata-rata tiap jiwa penduduk tangerang adalah Rp. 1.175.333,33 berarti jika pada kenyataanya kita mampu membelanjakan uang lebih dari itu, sepatutnya kita harus sudah bersyukur dan jangan pernah selalu merasa kurang.

Pertanian dan Peternakan Kota tangerang

Kota tangerang memiliki luas sawah sebesar 547 Hektar, Jagung sebesar 1 Hektar, Ubi kayu 2 Hektar, Ubi Jalar sebasar 2 Hektar Hasil peternakan unggulang di kota tangerang adalah ayam dan itik, Ayam buras dan pedaging memiliki populasi sekitar 165.638 ekor itik sebesar 21.840 ekor , kambing 5.529 ekor dan Babi 1520 ekor untuk hasil bumi lainya ada namun tidak terlalu significant. sehingga tidak di tampilkan di artikel ini.

Industri, Pertambangan, Energi, dan Konstruksi

Di tangerang banyak industri besar Sebagian besar berada di kecamatan jatiuwung dan industri ini berhasil menyerap tenaga kerja sebesar 189.036 orang. industri yang terbesar di kita tangerang adalah yang berhubungan dengan karet atau plastik

berikut data industri kota tangerang yang di ambil dari data badan busat statistik kota tangerang tahun 2017

NoGolongan IndustriJumlah
(2016)
1Industri makanan63
2Industri minuman5
3Industri pengolahan tembakau53
4Industri Textile50
5Industri pakaian jadi27
6Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus 9
7Industri kertas dan barang dari kertas36
8Industri percetakan dan reproduksi media rekam12
9Industri kimia dan barang dari bahan kimia54
10Industri Farmasi, produk Obat Kimia dan Obat
Tradisional/ Pharmaceutical Industry, Product and
Traditional Medicine Medicinal Chemistry
9
11Industri Karet, Barang Dari Karet dan Plastik/
Industrial Rubber, Rubber and Plastic Goods
100
12Industri Barang Galian Bukan Logam / Excavation
Not Metal Goods Industry
17
13Industri Logam Dasar/ Primary Metals Industry10
14Industri Barang Logam, Bukan Mesin dan
Peralatannya/
Metal Goods Industry, Not Machines and Equipment
55
15Industri Komputer, Barang Elektronik dan Optik/
Industrial Computers, Electronics and Optics
11
16Industri Peralatan Listrik/ Electrical Equipment
Industry
30
17Industri Mesin dan Perlengkapan YTDL / Machinery
and Equipments
19
18Industri Kendaraan Bermotor, Trailer dan Semi
Trailer/ Manufacture of Motor Vehicles, Trailers and
Semi-Trailers
14
19Industri Alat Angkut Lainnya/ Other Transport
Equipment Industry
18
20industri Furnitur/ Furniture industry37
21Industri pengolahan lainya (Other manufacturing)8
22Reparasi, pemasagan mesin dan peralatan1

Industri karet di tangerang menyerap tenaga kerja paling besar yaitu 25,734 orang. dengan potensi yang sebesar ini secara angka tangerang cukup potensial untuk di jadikan target pasar produk anda

menurut data statitistik sektor manufacturing adalah penyumbang terbesar pendapatan regional dareah tangerang, angkanya sampai 36.91 persen sedangkan penyumbang pendapatan terkecil di sumbah oleh pengadaan air 0.08 persen dari total product domestic regional bruto.

Secara Riil pendapatan perkapita penduduk tangerang adalah Rp. 69.826.160 jika dalam harga konstan senilai dengan Rp. 47.329.600 jika tingkat inflasi dianggab nol nilai tersebut masih mengalami peningkatan di bandingkan tahun sebelumnya

Dengan angka PDRB yang masih meningkat, di harapkan tahun 2019 juga masih dalam taraf peningkatan sehingga kita masih dapat mengejar untuk mendapatkan pasar di kota ini.

postingan berikutnya akan di bahas bagian tangerang yang lain (masih ada seri kab tangerang, dan tangerang selatan)

Referensi : Badan pusat statistik kota tangerang

Baca Juga Ya

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*