Renovasi Baja Ringan Serpong Tangerang

Baja ringan adalah material bahan bangunan yang sangat populer di dunia konstruksi dewasa ini, mulai di kenal pasar sekitar tahun 2000 an, awalnya baja ringan di ciptakan untuk menggantikan kayu karena dewasa ini kayu semakin langka dan harga yang semakin mahal Baja ringan memiliki bahan dasar carbon steel dengan jumlah karbon berkisar 0.05%- 0.25% dari beratnya. Jumlah karbon yang rendah tersebut disebut sebagai baja karbon rendah.

Baja ringan yang sudah kita kenal di pasaran sudah mengalami proses galvanisasi apa itu galvanisai ? Galvanisasi adalah proses pemberian lapisan seng pelindung untuk besi dan baja yang bertujuan untuk melindunginya dari karat. Istilah ini diturunkan dari ilmuwan Italia Luigi Galvani. Galvanisasi umumnya dilakukan dengan metode celupan panas di mana baja dicelupkan ke seng cair.

Dengan proses ini di harapkan marerial memiliki sifat besi yang bisa tahan terhadap tarikan dan tekanan, serta memiliki sifat dari pelapisnya (seng dan alumunium ) yang tidak mudah berkarat. material ini di rancang memiliki daya tahan hingga 25 tahun

baja ringan yang ada di pasaran memiliki spesifikasi sebagai berikut

Baja Mutu Tinggi

  • Mutu baja : G550
  • Tegangan Leleh minimum : 550 MPa
  • Tegangan tarik Ultimate : 550 Mpa
  • Modulus Elastisitas : 200 000 Mpa
  • Modulus Geser : 80 000 Mpa

Lapisan anti karat

  • Memiliki ketebalan lapisan 100 gr/m2 aprox 27 micron
  • Komposisi material mengandung 43.5% Zinc 55% Alumunium dan 1.5% Silicon Dengan permukaan berpsangle

Profil baja

  • C 75 35 dengan ketebalan 1.00 mm
  • C 75 35 dengan ketebalan 0.75 mm
  • C 75 35 dengan ketebalan 0.70 mm
  • Reng 48.28 dengan ketebalan 0.48 mm
  • Reng 48.28 dengan ketebalan 0.50 mm
  • Reng 58.30 dengan ketebalan 0.48 mm
  • Reng 58.30 dengan ketebalan 0.50 mm

Ketebalan berbeda beda melihat kebutuhan penggunaan semakin tebal tentunya akan lebih kuat di sisi bangunan, namun biaya yang ditimbulkan juga akan semakin membengkak

Aplikasi / Penggunaan Baja Ringan

Baja Ringan sudah mulai banyak digunakan pada bangunan berikut contoh penggunaanya

  1. Atap Rumah
Rangka atap baja ringan serpong tangerang

Rumah tua umumnya menggunakan kayu sebagai rangka atapnya, namun kayu memiliki kelemahan yaitu rayap dan cuaca. semakin lama kayu akan semakin getas di makan jaman, rayap, dan jamur sehingga bangunan lama perlu dilakukan perbaikan

2. Kanopi

Kanopi rangka baja ringan

Kanopi baja ringan adalah salah satu penggunaan aplikasi produk baja ringan jenis rangka ini dilpilih karena dapat menekan penggunaan biaya, untuk estetika di rasa masih kurang namun dengan teknik yang tepat oleh kontraktor/Pemborong proplem ini dapat di kurangi dengan menyambung 2 baja menjadi satu, sehingga celah kanal C dapat di tutup oleh pasanganya

3. Kuda kuda atap bangunan massal

Bangunan massal

Bangunan Masal umumnya menggunakan baja keras sebagai rangkanya, namun dengan teknologi terbaru atap baja ringan dapat digunakan penggunaan baja ringan ini diharapkan dapat mengurangi biaya pembangunan

4. Ruma PreFabrikasi tahan gempa

Untuk indonesia gempa cukup sering terjadi, sehingga tengan teknologi terbaru dapat rumah semacam ini dapat diaplikasikan untuk daerah yang sering terjadi gempa

5. Gudang Pabrik

gudang pabrik baja ringan

beberapa gudang sudah mulai menggunakan teknologi ini, karena di pandang hemat biaya. namun perencanaan harus dilakukan secara matang, mengingat cara penggunaanya terbilang baru dan teknik yang digunakan tidak sama dengan cara pemasangan rangka atap dengan besi konvensional.

6. Rangka Lantai

Rangka lantai baja ringan

Rangka lantai baja ringan adalah solusi untuk bangunan di tanah yang kurang datar, bisa di aplikasikan di resort/villa atau rumah semi panggung beberapa tempat yang admin pernah kunjungi memiliki rumah seperti ini, namun kebanyakan masih menggunakan kayu jati, di daerah kab semarang tempat admin pernah KKN dulu.

Bersambung

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*