Biji Rambutan, Tak disangka ternyata merupakan alternatif obat diabetes

Siapa Sangka hasil penelitian Dua mahasiswi tingkat sarjana menemukan cara inovatif dalam mencegah diabetes, yaitu dengan biji rambutan. Feni Juita Sari dan Marleni masih berusia 18 tahun saat mulai melakukan penelitian ini

mereka merupakan  mahasiswa Fakultas ilmu kesehatan Universitas Ubudiyah, Banda Aceh. seperti di kutip dati Liputan6.com menurut mereka inovasi itu berasal dari obat tradisonal rakyat Gayo Lues

Feni Juita menjelaskan cara membuat minuman biji rambutan, yaitu dengan cara memotong-motong biji kecil-kecil sebelum dikeringkan dengan sinar matahari langsung selama dua sampai tiga hari sampai warnanya berubah menjadi kuning kehitaman. Kemudian biji itu ditumbuk menjadi bubuk, dilarutkan dengan air dan bisa diminum. Sebaiknya dikonsumsi dua sampai tiga kali sehari setiap sebelum makan. Sebaiknya, konsumsi juga disesuaikan dengan kebutuhan konsumsi gula masing-masing individu.

Feni menambahkan bahwa biji rambutan tidak beracun dan faktanya, mengandung karbohidrat, lemak, dan protein yang mampu memenuhi kebutuhan gizi setiap orang. Studi itu juga membuktikan biji ramutan memiliki 3- sampai 40 persen lemak murni, serat, pati, dan stearic acid. Komposisi kimia ini mampu mengurangi kadar gula dalam darah. Marleni membenarkan pernyataan ini.

Inovasi ini sudah menarik perhatian secara internasional, dimana beberapa ahli media dari Jakarta melakukan riset dan perkembangan, bahkan sebelum teknologi ini dikomersialkan.

Namun kelemahanya, rambutan itu tidak setiap saat ada, karena dia merupakan buah musiman, biasanya ada di bulan januari sampai mei,

“Kerjasama di antara sekolah dan universitas, terutama di bidang riset dan perkembangan, telah sukses membawa inovasi ke tingkat dimana pelaku industri dan pemerintah akan tertarik dan mengkomersialkan produk ini,” ungkapnya.

Kamarudin juga menambahkan bahwa UNIMAP juga menonjol di area inovasi keahlian teknik, dimana mereka sudah mengembangkan 100 produk. Dimana tiga dari produk itu dan salah satunya di teknik konstruksi sudah dalam tingkat komersialisasi. (Ikr)

demikian juga di kutip dari sebuah jurnal  dari universitas pancalisa  bahwa biji rambutan ini ternyata banyak manfaatnya

http://dosen.univpancasila.ac.id/dosenfile/2009211057136904084720May2013.pdf

Baca Juga Ya

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*