PPCindo Ads
smowtion
Statistik
PageRank Checking Icon

PostHeaderIcon Perbedaan Lampu Halogen dan HID (High Intensity Discharge)

Lampu halogen

Lampu halogen adalah sebuah lampu pijar dimana sebuah filamen wolfram disegel didalam sampul transparan kompak yang diisi dengan gas lembam dan sedikit unsur halogen seperti iodin atau bromin. Putaran halogen menambah umur dari bola lampu dan mencegah penggelapan kaca sampul dengan mengangkat serbuk wolfram dari bola lampu bagian dalam kembali ke filamen. Lampu halogen dapat mengoperasikan filamennya pada suhu yang lebih tinggi dari lampu pijar biasa tanpa penguranga umur. Lampu ini memberikan efsiensi yang lebih tinggi dari lampu pijar biasa (10-30 lm/W), dan juga memancarkan cahaya dengan suhu warna yang lebih tinggi.

Prinsip Kerja Lampu

pada dasarnya prinsip kerja lampu ini sama seperti lampu pijar pada umumnya yaitu extisai pada filamen wolfram menghasilkan pancaran foton yang kita lihat, namun dengan menambahkan unsur halogen di dalam bola lampu maka di harapkan reaksi kima yang terjadi dapat di kurangi (lama-lama kaca lampu menghitam) Pada lampu pijar biasa, serbuk wolfram biasanya ditimbun pada bola lampu sehingga lampu lama lama akan menghitam karena terbentuk lapisan tips wolfram di bola lampu bagian dalam. Pada suhu  sedang, halogen bereaksi dengan wolfram yang menguap, halida wolfram(V)  bromin yang terbentuk dibawa berputar oleh pengisi gas lembam. Pada suatu saat ini akan mencapai daerah bersuhu tinggi (filamen yang memijar), dimana ini akan berpisah, melepaskan wolfram dan membebaskan halogen untuk mengulangi proses. Untuk membuat reaksi tersebut, suhu keseluruhan bola lampu harus lebih tinggi daripada lampu pijar biasa. Bola lampu harus dibuat dari kuarsa leburan atau gelas dengan titik lebur tingi seperti alumina. Karena gelas kuarsa sangat kuat, tekanan gas dapat ditingkatkan, sehingga mengurangi laju penguapan dari filamen, memungkinkan untuk beroperasi pada suhu yang lebih tinggi untuk umur yang sama, sehingga menambah efisiensi dan keluaran cahaya. Wolfram yang diuapkan dari bagian filamen yang lebih panas tidak selalu dikembalikan pada tempatnya semula, jadi bagian tertentu dari filamen menjadi sangat tipis dan akhirnya gagal. Regenerasi juga mungkin dilakukan dengan fluorin, tetapi reaksi kimianya terlalu kuat sehingga bagian lain dari bola lampu ikut direaksikan.

Lampu HID

Lampu ini memberikan intensitas cahaya tinggi dengan ukuran bola lampu yang relatif kecil, membuatnya menjadi sumber cahaya yang kompak dan hemat ruang. Lampu ini beroperasi pada suhu dan tekanan tinggi, dan memerlukan instalasi khusus untuk keamanan. Lampu ini adalah sumber cahaya yang berpusat pada satu titik dan menyebar kesemua arah, jadi cermin pemantul diperlukan untuk mengumpulkan cahaya yang dihasilkan.

Beberapa varian intensitas yang tersedia umum dipasaran antara lain 4300K, 6000K, dan 8000K, semakin tinggi intensitasnya akan terlihat semakin putih. HID 4300K berwarna kekuningan merupakan yang paling baik jika digunakan pada saat hujan. HID 6000K berwarna putih, cukup baik digunakan disegala situasi, namun jika anda berkendara pada jalan dengan penerangan yg terang (seperti jl. M.H. Thamrin – Jend. Sudirman, Jakarta) maka HID ini akan kurang terlihat / samar-samar. terakhir untuk HID 8000K berwarna putih super terang, sangat baik dalam keadaan gelap, tapi saat hujan sinarnya akan seperti hilang. Maka jika anda menggunakan jenis lampu HID sebagai Headlamp anda pertimbangkanlah beberapa masukan diatas, agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan anda.

data perbandingan jarak cahaya Halogen vs HID

Pemilihan dan Penggunaan lampu HID, LED, dan Halogen pada kendaraan..
Pemilihan penggunaan lampu yang tepat saat berkendara di malam hari adalah hal yang cukup penting. Berikut ini saya akan menjelaskan beberapa perbedaan lampu yang biasa digunakan saat berkendara.

1. Lampu Halogen

Lampu halogen adakan sebuah lampu pijar dimana sebuah filamen wolfram disegel didalam sampul transparan kompak yang diisi dengan gas lembam dan sedikit unsur halogen seperti iodin atau bromin. Putaran halogen menambah umur dari bola lampu dan mencegah penggelapan kaca sampul dengan mengangkat serbuk wolfram dari bola lampu bagian dalam kembali ke filamen.

Lampu halogen dapat mengoperasikan filamennya pada suhu yang lebih tinggi dari lampu pijar biasa tanpa pengurangan umur. Lampu ini memberikan efisiensi yang lebih tinggi dari lampu pijar biasa (10-30 lm/W), dan juga memancarkan cahaya dengan suhu warna yang lebih tinggi.

Pada kendaraan standar, lampu jenis inilah yang paling banyak digunakan oleh para pengendara. Karena lampunya cukup terang, berdaya bias jauh, tersedia dalam berbagai macam varian warna (tergantung intesitasnya), dan harganya yang lebih terjangkau jika dibandingkan dengan lampu HID. Lampu Halogen memiliki kekurangan seperti; sangat sensitif terhadap temperatur udara disekitarnya, kawat / filamen wolfram mudah putus, jika mengunakan lampu Halogen dengan intesitas tinggi, dapat membuat mika lampu hangus (agak kehitaman – seperti efek dismoke)

2. Lampu HID (High Intensity Discharge)

Lampu ini memberikan intensitas cahaya tinggi dengan ukuran bola lampu yang relatif kecil, membuatnya menjadi sumber cahaya yang kompak dan hemat ruang. Lampu ini beroperasi pada suhu dan tekanan tinggi, dan memerlukan instalasi khusus untuk keamanan. Lampu ini adalah sumber cahaya yang berpusat pada satu titik dan menyebar kesemua arah, jadi cermin pemantul diperlukan untuk mengumpulkan cahaya yang dihasilkan.

Beberapa varian intensitas yang tersedia umum dipasaran antara lain 4300K, 6000K, dan 8000K, semakin tinggi intensitasnya akan terlihat semakin putih. HID 4300K berwarna kekuningan merupakan yang paling baik jika digunakan pada saat hujan. HID 6000K berwarna putih, cukup baik digunakan disegala situasi, namun jika anda berkendara pada jalan dengan penerangan yg terang (seperti jl. M.H. Thamrin – Jend. Sudirman, Jakarta) maka HID ini akan kurang terlihat / samar-samar. terakhir untuk HID 8000K berwarna putih super terang, sangat baik dalam keadaan gelap, tapi saat hujan sinarnya akan seperti hilang.

Maka jika anda menggunakan jenis lampu HID sebagai Headlamp anda pertimbangkanlah beberapa masukan diatas, agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan anda.

sumber:

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4726365

aditonal tags: Lampu Halogen, lampu halogen motor, lampu hid, lampu halogen untuk motor, hid 4300k, unsur halogen, lampu motor halogen, high intensity discharge, hid vs halogen, 6000k

Random Posts

10 Responses to “Perbedaan Lampu Halogen dan HID (High Intensity Discharge)”

Leave a Reply

Comments links could be nofollow free.

mediashakers
Buku Tamu

ShoutMix chat widget
kategori
Archives