Helm Untuk Orang Asma
Kejadian ini adalah termasuk Smart Solution. Agus Arif Rahman dan Edwin Aditya Herbanu, siswa SMU Muhammadiyah 2 Sidoarjo, menciptakan helm beroksigen.
Kata Agus, helm ini bagus dipergunakan untuk penderita asma. Polusi udara yang kadangkala ada akibat dari knalpot kendaraan dan lainnya, tak bisa masuk dalam penghirupan kita. “Ide pembuaatan helm ini tercipta untuk menghindari polusi udara dijalanan dan sekililingnya,” ujarnya,
Dia menerangkan, helm dimodifikasi dipasang alat perangkat, diantaranya box tempat tabung oksigen berukuran 500 cc, mikro kontroler yang berfungsi membuka katub tabung setelah membaca data dari sensor kadar oksigen KE25 yang dipasang di sisi kiri helm.
Kemudian, sensor itu membaca kadar oksigen disekitar pengguna dan besar kecil isapan oksigen untuk hidung dan mulut pengguna.
Ucap Agus, cara kerjanya otomatis, sensor kadar oksigen juga membaca kondisi oksigen disekitar pengguna. Bila kadar oksigen kurang dari 20 persen, maka otomatis sensor akan mengirim data ke mikro kontroler yang sudah diprogram.
“Dan mikro kontroler secara otomatis membaca data lalu membuka katub tabung sehingga oksigen mengalir melalui selang menuju masker plastik yang dipasang menutupi mulut dan hidung pengguna. Tombol manual bagi penderita asma juga disediakan di sebelah kiri,” paparnya.
Untuk membuat helm ini menghabiskan biaya sekitar Rp 1,5 juta. Helm Standart Nasional Indonesia (SNI) seharga Rp 165 ribu, tabung gas senilai Rp 20 ribu, mikro kontroler harganya Rp 15 ribu. “Untuk sensor kadar oksigen, harganya yang lumayan tinggi yakni sebesar Rp 800 ribu”.
Akhirnya terungkap sudah pepatah baru : “Indonesia adalah negara yang cerdas dan pintar!!”